Foto Berita
Industri & Diklat
Credit:

Balai Diklat Industri Padang Mendorong Pendirian Sentra Industri Bordir dan Fesyen di Kota Sungai Penuh

Selasa, 24 Januari 2017 • 22:34 WIB
692 Views

Padang - “Berlakunya MEA membuat pasar menjadi luas, hal ini menjadi peluang besar bagi Pengrajin Bordir dan fesyen Kota Sungai Penuh sekaligus menjadi tantangan tersendiri dikarenakan terbuka pula pasar tenaga kerja di kawasan ASEAN”. Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Sungai Penuh Bapak Ardinal Salim dalam pembukaan Diklat 3 in 1 Custom Made Busana di Aula Balai Diklat Industri Padang, Senin 25 April 2016.

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Sungai Penuh menekan perlunya peningkatan kompetensi bagi pelaku industri bordir Kota Sungai Penuh agar dapat menjadi sentra industri bordir dan fesyen bagi Propinsi Jambi dan sekitarnya. Diakhir sambutannya Bapak Wakil Walikota Sungai Penuh berpesan kepada peserta agar serius dalam melaksanakan diklat, banyak bertanya kepada instruktur dan tuntutlah ilmu sebaik-baiknya.

Diklat 3 in 1 Custom Made Busana ini diikuti oleh 70 (tujuh puluh) peserta yang berasal dari Kota Sungai Penuh. Diklat akan dilaksanakan dari tanggal 25 April s.d 14 Mei 2016 di Balai DIklat Industri Padang. Adapun instruktur diklat tersebut adalah Ibu Ade Listiani Fashion Designer and EO Wedding dari Kota Padang. Diklat terselenggara atasa kerjasama Balai Diklat Industri Padang dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindag, ESDM Kota Sungai Penuh. Dalam Laporannya Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag, ESDM Kota Sungai Penuh, Bapak Abdul Gafar menyampaikan bahwa, Diklat 3 in 1 Custom Made Busana merupakan kerjasama yang ketiga kalinya antara Dinas Koperasi, UKM, Perindag, ESDM Kota Sungai Penuh dengan Balai Diklat Industri Padang.

“Kerjasama antara Dinas Koperasi, UKM, Perindag, ESDM Kota Sungai Penuh dengan Balai Diklat Industri Padang terjalin sejak Tahun 2012, dimana 20 (dua puluh) orang alumni diklat telah menjadi pengusaha bidang bordir dan fesyen dan sebagaian lagi menjadi instruktur. Pada Angkatan I, tingkat keberhasilan 30-40%. Angkatan II, tingkat keberhasilan yang didapat 50-60%. Diharapkan pada Angkatan III ini tingkat keberhasilan peserta menjadi wirausaha lebih tinggi karena peserta yang ikut telah diseleksi secara ketat” papar Bapak Abdul Gafar.selain itu ditegaskan Bapak Abdul Gafar keinginan Kota Sungai Penuh menjadi sentra industri bordir dan fesyen untuk Propinsi Jambi, dimana pada tahun 2016 ini akan dilaksanakan revitalisasi industri dan pengadaan lahan, dimana diharapkan tahun 2017 telah berdiri sentra industri bordir dan fesyen. Diakhir laporannya, Bapak Abdul Gafar menyampaikan permohonan kepada Balai Diklat Industri untuk bersedia terus mengayomi industri bordir dan fesyen Kota Sungai Penuh.

Senada dengan laporan Bapak Abdul Gafar, Kepala Balai Diklat Industri Padang, Bapak Jonni Afrizon menyampaikan antusiasnya yang mendalam untuk terus mendorong tumbuh kembanganya industri bordir dan fesyen di kota Sungai Penuh. Pembangunan Sentra Industri Bordir dan Fesyen juga mendapat sorotan Bapak Jonni Afrizon, dimana Balai Diklat Industri Padang berkomitemen penuh dalam mendorong pendirian sentra-sentra industri bordir dan fesyen di daerah-daerah termasuk Kota Sungai Penuh. “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Walikota Sungai Penuh atas kedatangannya di Balai Diklat Industri Padang. Kami mengharapkan akses yang luas kepada Bapak Wakil Walikota Sungai Penuh dalam pemberian bantuan permesinan dan mendorong pendirian sentra industri bordir dan fesyen” papar Bapak Jonni Afrizon. Diakhir paparannya Bapak Jonni Afrizon menawarkan kepada seluruh peserta dan alumni untuk dapat memanfaatkan fasilitas mesin di Balai DIklat Industri Padang sebagai tempat magang bagi alumni tanpa dipungut biaya. (RRMY)

Berikan Masukan