Staf khusus Menteri Perindustrian RI, Febri Hendri Antoni Arif membuka secara resmi Diklat 3 in 1 Pembuatan Batik Tulis Angkatan XI yang diselenggarakan di Galeri Makanan dan Minuman Kabupaten Solok, Rabu 28 September 2022.
Diklat tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Balai Diklat Industri Padang dengan Pemerintah Kabupaten Solok dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Solok. Adapun diklat diikuti oleh 40 (empat) puluh orang Peserta yang berasal dari Kabupaten Solok dengan tenaga pengajar berasal dari Rumah Batik Salingka Tabek dan Widyaiswara BDI padang. Hadir dalam pembukaan diklat tersebut, Staf khusus Menteri Perindustrian RI, Febri Hendri Antoni Arif, Kepala BDI padang, Asep Lukman Koswara, Kabid Industri Kabupaten Solok, Yanti Nova, Panitia dari BDI Padang dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Febri Hendri menyatakan, sebuah kompetensi bisa memberikan nilai tambah terhadap nilai suatu barang dan setiap manusia mempunyai kemampuan bidang yang bisa diasah dan dikembangkan menjadi kompetensi untuk memberikan nilai tambah terhadap suatu barang tersebut.
“Kita contohkan pada batik. Dari kain polos yang berharga murah, kemudian dibatik dengan metode batik tulis atau tanah liek, maka nilai kain polos tersebut akan bertambah berkali-kali lipat. Proses penambahan nilai tambah ini membutuhkan keterampilan yang bisa didapatkan salah satunya melalui diklat”. Papar Febri Hendri.
Febri Hendri berharap suatu saat berharap suatu saat produk batik tulis tanah liek dari Solok bisa menembus industri fesyen internasional. Untuk itu dia meminta kepada seluruh peserta untuk mengoptimalkan kesempatan diklat yang dimiliki.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Diklat Industri Padang, Asep Lukman Koswara menyatakan, Diklat Pembuatan Batik Tulis terselenggara berdasarkan SKKNI dengan tujuan menciptakan tenaga kerja pembuatan batik tulis yang kompeten. Diharapkan ke depannya alumni diklat dapat menghasilkan produk-produk Batik Tulis atau Batik Tanah Liek khas Solok yang berkualitas dan bisa bersaing di pasar nasional dan internasional. Untuk itu, diminta keseriusan seluruh peserta agar, semua peserta bisa kompeten dan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi melalui LSP P1 BDI Padang.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Industri Dinas Koperindag Kabupaten Solok, Yanti Nova menyatakan minat masyarakat dalam mencari batik khas Solok sangat tinggi. Beberapa waktu yang lalu, ketika ada pameran produk industri di JCC Jakarta, setiap tamu yang datang selalu mencari batik tanah liek khas Kabupaten Solok yang di produksi oleh Batik Salingka Tabek, sehingga Batik Salingka Tabek laris seperti menjual kerupuk.
“Jangan berpikir nanti setelah kami berpoduksi, pemasarannya akan kemana?. Untuk pemasaran nanti akan kami bantu dari dinas perindustrian dengan berkolaborasi dengan instruktur yang ada dan BDI Padang”, tutup Yanti Nova (RRMY).