Foto Berita
Industri & Diklat
Credit: Humas

BDI Padang “Tancap Gas” Siapkan SDM Industri Masa Depan, Empat Kompetensi Strategis Dikaji dalam FGD PBK 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 • 17:52 WIB
Diperbaharui Rabu, 19 Agustus 2026 • 17:59 WIB
96 Views

Padang, 19 Agustus 2026 — Balai Diklat Industri (BDI) Padang mengambil langkah strategis untuk memastikan program pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan dan Validasi Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) serta Pengembangan Kurikulum Diklat Tahun 2026, BDI Padang mempertemukan narasumber, praktisi, tim penyusun, dan peserta untuk menguji dan menyelaraskan rancangan kompetensi yang akan menjadi dasar penyelenggaraan pelatihan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung B BDI Padang, Rabu (19/8/2026) tersebut diikuti oleh 16 peserta dan menghadirkan empat narasumber untuk membahas empat bidang kompetensi strategis, yakni Ahli K3 Umum/Industri, Sistem Manajemen HACCP, Digital Marketing, dan Penyelia Halal.

Kepala BDI Padang, Hermawan Setyadhi, menegaskan bahwa perubahan teknologi, proses bisnis, regulasi, serta tuntutan terhadap kualitas tenaga kerja membuat lembaga pelatihan harus terus melakukan penyesuaian.

“Penyelenggaraan pelatihan vokasi tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi. Pelatihan harus mampu menghasilkan peserta yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.”

Menurutnya, pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan pelatihan memiliki kompetensi yang terukur sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.

“PBK diarahkan pada pencapaian kompetensi peserta sesuai standar kompetensi kerja yang menjadi acuan, sehingga hasil pelatihan dapat diukur dan memiliki relevansi yang nyata dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Hermawan.

Bukan Sekadar Menyusun Kurikulum

FGD ini tidak sekadar membahas materi pelatihan, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan keterkaitan antara standar kompetensi, unit kompetensi, tujuan pelatihan, materi, metode, waktu, hingga evaluasi pembelajaran.

Proses pembahasan dilakukan melalui sistem panel, sehingga setiap rancangan PBK dan kurikulum dapat dibahas, diverifikasi, diselaraskan, dan disempurnakan berdasarkan kompetensi serta kebutuhan nyata di dunia kerja.

Keempat panel menghadirkan narasumber dengan bidang masing-masing, yakni Candrianto untuk Panel Ahli K3 Umum/Industri, Arisman untuk Panel Sistem Manajemen HACCP, Wiki Lofandri untuk Panel Digital Marketing untuk Industri dan IKM, serta Yafid Hafizh untuk Panel Penyelia Halal.

Hermawan menyampaikan, keberadaan para narasumber dan praktisi menjadi bagian penting dalam memastikan dokumen yang dihasilkan tidak hanya sesuai secara administratif, tetapi juga memiliki relevansi dengan kebutuhan industri.

“Saya berharap kepada seluruh narasumber dan peserta panel dapat memberikan masukan yang objektif, konstruktif, dan berbasis pengalaman maupun kebutuhan industri.”

Empat Program, Satu Tujuan: SDM Industri Kompeten

Empat program yang menjadi fokus pengembangan tahun 2026 memiliki karakteristik kompetensi yang berbeda. Karena itu, BDI Padang menilai diperlukan proses penyusunan yang cermat agar setiap program benar-benar memiliki standar kompetensi dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian yang lebih panjang. Setelah diskusi panel pada 19 Agustus 2026, proses penyusunan PBK dilaksanakan pada 20 Agustus hingga 20 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan validasi PBK pada 21 September 2026.

Rangkaian tersebut diharapkan menghasilkan dokumen PBK dan kurikulum yang dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelatihan BDI Padang sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia industri.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen PBK dan kurikulum yang berkualitas, sesuai dengan standar kompetensi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Hermawan.

Dengan langkah tersebut, BDI Padang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pelatihan vokasi, bukan hanya dari sisi proses pembelajaran, tetapi terutama dari sisi kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.

FGD ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pelatihan, praktisi, dan dunia industri dalam membangun SDM industri yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.

Berikan Masukan