PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pemberdayaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) melalui penguasaan digital marketing. Dalam pertemuan yang berlangsung pada 7 Juli 2025 di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menegaskan pentingnya transformasi digital bagi pelaku industri lokal di Sumbar.
"Selama ini, potensi lokal kita sering dimanfaatkan oleh pihak luar karena masyarakat kita belum melek digital. Banyak produk unggulan kita seperti bordir, tenun, hingga makanan khas sebenarnya sangat diminati dunia, tapi masyarakat kita belum tahu bagaimana menjualnya. Sekarang semua pasar ada di dunia digital," ujar Vasko. Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar bisa dicapai bukan hanya melalui investasi besar, tetapi melalui pemerataan ekonomi berbasis digitalisasi produk-produk lokal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Hermawan Setyadhi, menyambut baik masukan dan arah kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menyatakan bahwa BDI Padang siap merespons kebutuhan daerah melalui pengembangan program pelatihan kompetensi yang relevan, salah satunya di bidang digital marketing.
"Saat ini kami mengelola pelatihan berbasis 16 kompetensi, dan akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan industri. Terkait digital marketing, kami akan segera berkoordinasi dengan BDI Denpasar yang telah lebih dulu mengembangkan spesialisasi ini, agar bisa kami adopsi dan sesuaikan dengan konteks industri di Sumatera Barat," jelas Hermawan.
Pertemuan ini diinisiasi oleh BDI Padang melaui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari komitmen membangun sinergi lintas sektor demi mempercepat pertumbuhan industri lokal. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat serta tim dari Balai Diklat Industri Padang.
Dalam diskusi, juga dibahas potensi kolaborasi antara program pelatihan BDI Padang dengan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi seperti Nagari Creative Hub—sebuah program transformasi nagari melalui ekonomi kreatif, pelatihan digital, pelestarian budaya, hingga integrasi desa wisata berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan BDI Padang dapat mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat kapasitas SDM industri lokal, menghubungkan pelaku IKM dengan pasar digital, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Barat. (PPID BDIP)