Allah
SWT memberikan hidayah atau petunjuk kepada manusia agar dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya, sebab Allah tidak menciptakan seluruh kebutuhan manusia
secara permanen atau siap pakai, namun Allah memberikan kewenangan kepada
manusia untuk memikirkan dan menemukan sendiri apa yang menjadi kebutuhan umat
manusia itu sendiri, hal ini didasarkan pada fitrah yang Allah anugerahkan
kepada manusia sebagai mahluk yang sempurna (insankamil)
yang dapat mengelola alam ciptaan Allah ini.
Dalam
mengelola alam ciptaan Allah ini,
manusia dapat merekayasa alam dalam memenuhi kebutuhan umat manusia dan Allah SWT telah menciptakan sifat pada setiap
unsur yang ada di alam ini sehingga manusia dapat merekayasa atau mengolah
bahan alami untuk berbagai keperluan umat manusia. Dalam proses rekayasa
terhadap alam yang dilakukan umat
manusia akan menghasilkan produk baik berupa barang maupun jasa.
Industri
manufaktur merupakan suatu proses pengolahan bahan atau barang yang dapat
menciptakan nilai tambah. Dalam kegiatan proses pengolahan bahan atau barang
dapat melibatkan berbagai unsur baik berupa peralatan, mesin, maupun sumber
daya manusia.
Dalam
Al-Qur’an dan hadist bayak
ditemui ayat-ayat yang membicarakan atau menjelaskan baik secara tersurat
maupun secara tersirat permasalahan industri manufaktur diataranya sebagaimana
yang termaktup dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 80:
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُمْ
مِنْ جُلُودِ الأنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ
إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا
وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ
“Dan Allah menjadikan
bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu
rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan
(membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya
pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan
(yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)”(QS : 16:80)
Dari
paparan ayat di atas sungguh jelas bagi kita sebagai satu diantara contoh ayat
yang membahas industri manufaktur. Dalam ayat ini terlihat secara jelas bagi
kita bagaimana proses industri manufaktur yang cukup sederhana yang mudah
dipahami dan dimegerti oleh umat manusia. Dalam ayat tersebut terlihat jelas
proses produksi dalam menciptakan nilai tambah yang sangat bermanfaat dan
dibutuhkan umat manusia.
Dalam
industri manufaktur ada tiga unsur utama dalam pengolahan bahan baku yaitu pertama
sumber daya manusia baik berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun tenaga
kerja, kedua bahan baku atau bahan mentah yang masih bersifat alami, ketiga
peralatan.
Dalam surat An-Nahl ayat 80 ini sudah terlihat dengan seksama ketiga unsur industri manufaktur yaitu pertama bahan baku berupa kulit dan bulu binatang ternak yang masih alami, kedua proses pengolahan yang melibatkan sumber daya manusia (pikiran dan tenaga) sehingga melahirkan suatu produk berupa pakaian dan perumahan yang berbahan dasar kulit dan bulu binatang ternak, ketiga peralatan dalam ayat ini secara tersirat sudah terlihat peralatan bagaimana teknik mengolah kulit dan bulu binatang ternak, mungkin peralatan yang digunakan menggunakan pisau, parang, dan teknik pemanasan dengan sinar matahari dan lain-lain sebagainya.
Dalam
Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 80 sangat jelas Allah memberikan contoh yang sangat
sederhana dalam bidang industri manufaktur yaitu industri manufaktur bidang
pengolahan kulit dan bulu bintang ternak. Industri manufaktur di bidang
pengolahan wol (bulu domba, unta, dan bulu kambing), merupakan industri yang
memproses bahan baku serat bulu binatang ternak menjadi benang dan produk
tekstil.
Manufaktur tekstil didasarkan pada perubahan dari serat menjadi benang,
kemudian menjadi kain, sampai pada akhirnya menjadi tekstil. Tekstil kemudian dibuat menjadi
pakaian atau benda-benda lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Dengan
demikian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam Islam telah ada petunjuk
tetang industri manufaktur, hal ini disebabkan oleh karena Allah SWT tidak
menciptakan semua kebutuhan manusia secara permanen atau siap pakai namun harus
diupayakan dan diusahan oleh umat manusia dengan memanfaatkan segala sumber
daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sember daya alam yang dapat
dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah dalam rangka memenuhi kebutuhan
hidup umat manusia.
Dalam contoh pembahasan ayat tentang industri manufaktur yang terdapat dalam Al-Quan surat An-Nahl ayat 80 ini, dapat kita jadikan iktibar atau model yang dapat kita kembangkan pada seluruh jenis industri manufaktur yang dapat meningkatkan nilai tambah, seperti industri industri wol atau pemintalan benang, industri tekstil, industri besi baja, dan lain-lain. (HJ)