BATUSANGKAR, HALUAN — Para petinggi Kabupaten Tanah Datar Luhak nan Tuo menjamu rombongan pengrajin dari Negeri Kelantan Malaysia di bawah pimpinan YB Mumtaz Binti Md Nawi, Rabu (23/3). Mereka berharap pengrajin asal Sumbar bisa memperbaiki kualitas produk sehingga sesuai kebutuhan pasar.
YB Mumtaz Binti MD Nawi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah bersedia menerima rombongan serta mendapat jamuan yang luar biasa.
Ia juga menjelaskan, rombongan yang dibawa adalah pengrajin terbaik wanita dengan berbagai keterampilan khususnya menyulam dan bordir. Keahlian yang didapat saat ini berasal dari peserta yang sengaja dikirim untuk belajar menyulam, bordir dan sejenisnya di Sumbar beberapa tahun silam dan kemudian dikembangkan saat kembali ke Kelantan.
“Kami akui kualitas bordir di sini (Sumatera Barat-red) sangat bagus dengan berbagai corak dan motif yang dimiliki dan kami harap kerjasama kedua bangsa semakin baik,” tuturnya.
YB Mumtaz juga ingatkan dengan telah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN, produk-produk Thailand dan Vietnam telah masuk ke Malaysia khususnya sektor tekstil.
“Kami ingin tetap memakai produk Sumatera Barat khususnya mukena, yang kualitasnya di atas Thailand dan Vietnam, tapi kami berharap produsen dapat memperbaiki ukuran mukena agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Malaysia dan ini telah diakomodir oleh produk Vietnam dan Thailand walaupun secara kualitas masih kalah dari produk Sumatera Barat,” pesannya.
Bupati Irdinansyah Tarmizi didampingi Wakil Bupati Zuldafri Darma, Ketua DPRD Anton Yondra, Sekretaris Daerah Drs Hardiman dan beberapa kepala SKPD menyambut langsung kedatangan rombongan yang berjumlah 50 orang pejabat yang setingkat Wakil Gubernur bidang wanita, keluarga dan kebajikan Negeri Kelantan.
“Tidak salah tuan dan puan datang ke Tanah Datar, daerah ini merupakan pusat kebudayaan Minangkabau yang pada masa jayanya mempunyai wilayah yang luas hingga sampai ke negeri Sembilan Malaysia,” sambut Irdinansyah.
Irdinansyah menyebutkan budaya Minangkabau sangat erat kaitan dengan budaya Melayu, sehingga tidaklah jauh berbeda adat budaya keduanya ditambah lagi kesamaan agama yang dianut.
“Hari ini masih dapat kita lihat bukti Tanah Datar sebagai pusat adat dan budaya Minangkabau pusek jalo pumpunan ikan, dengan adanya Istano Basa Pagaruyung, Istano Silinduang Bulan, Nagari Tuo Pariangan dan peninggalan bersejarah lainnya seperti batu basurek, batu batikam, prasasti Adityawarman, rumah adat Kampai Nan Panjang di Nagari Balimbiang Kecamatan Rambatan, Balairung Sari Tabek dan lain sebagainya,” tambahnnya.
Pada kesempatan itu, Irdinansyah juga mepaparkan kegiatan pacu jawi yang telah mendunia. Alek ini telah menjadi kalender tetap fotografer profesional internasional mengambil momen untuk diabadikan.
Di akhir acara ditutup dengan saling tukar cindera mata antara pemerintah Kabupaten Tanah Datar dengan Pemerintah Negeri Kelantan serta penampilan atraksi tari piring yang memukau oleh sanggar Pusaka Sakti di bawah asuhan David. (h/emz)